INDEPENDENSI MEDIA: PRO-KONTRA OBJEKTIVITAS DAN NETRALITAS PEMBERITAAN MEDIA

Authors

  • Musfialdy Musfialdy Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.24329/jurkom.v2i1.50

Keywords:

Independensi media; netralitas media; objektivitas media

Abstract

Sejak dahulu sampai sekarang media massa selalu menjadi sorotan masyarakat, terutama adanya peristiwa-peristiwa tertentu. Idealismenya berita yang di bangun oleh suatu media, adalah perwujudan dari realitas yang ada pada peristiwa tersebut. Kenyataannya berita tidak hanya menampilkan realitas yang ada. Isi media yang disampaikan kepada khalayak tidak datang dari ”ruang hampa” yang netral, bebas kepentingan, dan disalurkan oleh medium yang bebas distorsi. Berita merupakan hasil pengaruh kebijakan internal organisasi media dan pengaruh eksternal media itu sendiri. Sering kali media senantiasa memilih isu, informasi atau bentuk konten yang lain berdasar standar para pengelolanya. Hal inilah yang menjadikan pemberitaan yang ditampilkan terkadang dianggap berat sebelah dan merugikan sebagian kalangan. Tujuan tulisan ini menganalisa independensi media terutama objektivitas dan netralitas pemberitaan media. Hasil penelitian ini menunjukkan sebuah berita sebagai isi media adalah hasil konstruksi realitas.  Media massa mempunyai peluang yang sangat besar untuk mempengaruhi makna dan gambaran yang dihasilkan dari realitas yang dikonstruksinya. Sebuah berita  merupakan sebuah konstruksi realitas ditambah ideologi dan kepentingan media itu sendiri. Seharusnya berita dalam media massa diarahkan agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan khalayaknya, bukan hanya sekadar untuk membebaskan media massa dan pemiliknya dari kewajiban harapan dan tuntutan masyarakat.

References

Altschull, J. H. (1984). Agents of power: The roles of the news media in human affairs. London: Longman
BBC News Indoenesia. (2018, Desember 5). Prabowo geram kepada media, yang tak meliput Reuni 212 dengan '11 juta orang'. Tersedia di: https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46458924 (Diakses 10 Februari 2019)
KBR. (2018, Desember 6). Seruan Prabowo Tak Hormati Media, Ini Tanggapan Organisasi Jurnalis. Diperoleh dari: https://kbr.id/NASIONAL/12/2018/seruan_prabowo_tak_ hormati_media__ini_tanggapan_organisasi_jurnalis/98384.html (Diakses 10 Februri 2019)
Kovach, B., Rosenstiel, T. (2006). Sembilan Elemen Jurnalisme. Terj. Yusi A. Pareanom. Jakarta: Yayasan Pantau.
Krisdinanto, N. (2014). Anomali dan Teori Hirarki Pengaruh terhadap Isi Media, 3, 18.
Lewin, K. (1947). Gatekeeping. Diperoleh dari: http://www.utwente.nl/cw/ theorieenoverzicht/Theory%20clusters/Media,%20Culture%20and%20Society/gatekeeping.doc. (Diakses 10 Februri 2019).
McQuail, D. (2000). Mass Communication Theories, Fourth edition. London: Sage Publication.
McQuail, D. (2002). Mass Communication Theory. Third Edition. London: Sage Publications.
Merdeka.com. (2018, Desember 11). Prabowo Kecam Wartawan, Ketua Dewan Pers Ingatkan 'Media Tidak Bisa Diintervensi. Diperoleh dari: https://www.merdeka.com/peristiwa/prabowo-kecam-wartawan-ketua-dewan-pers-ingatkan-media-tidak-bisa-diintervensi.html (Diakses 10 Februari 2019)
Mulyana, D. (2001). Nuansa-Nuasa Komunikasi; Meneropong Politik dan Budaya Komunikasi Masyarakat Kontemporer. Bandung: Remaja Rosdakarya-Bandung, 2001
Mulyana, D. (2007). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakaraya.
Nurudin. (2009). Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: Rajawali Pers.
Shoemaker, P.J, Reese, S.D. (1996). Mediating the Message: Theories of Influences on Mass Media Content. USA: Longmann.
Sudibyo, A. (2003). Politik Media dan Pertarungan Wacana. Yogyakarta: LKiS.

Downloads

Published

2019-03-03